RAKOR TIK PUSTEKKOM DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

Peserta Rakor TIK 2018 dari 34 Provinsi

Peserta Rakor TIK 2018 dari 34 Provinsi

Makkasar  2018 – Rakor TIK yang diselenggarakan Pustekom di Provinsi Sulawesi Selatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pustekkom, Bp. Gogot Suharwoto,Ph.D. Rakor yang diselenggarakan sejak tagl 18-20 Oktober di  Hotel Sheraton  Makassar dihadiri oleh 3 Balai Pengembangan Media, 6 Dinas Provinsi dan 28 Balai Tekkom se-Indonesia. Rakor TIK bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan kuis Kihajar Tahun 2018, mendapatkan gambaran terhadap peran UPTD.Balai TIK dalam mendorong terlaksananya Kuis Kihajar di Provinsi masing-masing, dan memetakan tantangan yang dihadapi UPTD/Balai TIK terhadap kegiatan Anugerah Kihajar dan merumuskan proyeksi untuk Tahun 2019.

Pemanfatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran yang digalakkan Pustekkom Kemendikbud melalui tiga program andalan, yaitu Anugerah Kihajar, Kuis Kihajar, dan Duta Rumah Belajar harus dilakukan dengan mengoptimalkan peran UPTD Balai Tekkomdik yang ada di daerah. Kesimpulan ini menjadi rekomendasi Rapat Koordinasi (Rakor) Pustekkom Tahun 2018.

Peserta Rakor juga diberi kesempatan mengunjungi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, untuk melihat dan mengexplore aplikasi E-Panrita yang telah ada sejak September 2016, dan diresmikan oleh Wapres Jusuf Kalla pada Juli 2017. peserta disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Prov. Sulawesi Selatan Bapak H. Irman Yasin Limpo, S.H., di ruang e-Panrita. Aplikasi e-Panrita dibangun dan dikembangkan untuk memonitor dan evaluasi pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan.

Foto Bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan

Foto Bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan

Pada kesempatan itu Bapak Kadisdik, Irman Yasin Limpo menjelaskan satu persatu feature yang ada dalam aplikasi e-Panrita yang dimiliki Dinas Prov Sulsel. Dimulai dari feature Video Converence yang sudah terhubung dengan semua dinas dan sekolah di Prov Sulsel, Bp.Irman juga mengajak peserta vicon dengan sekolah terluar dan terjauh. Selanjutnya feature e-pembelajaran, e-Panrita menyediakan media pembelajaran yang diperoleh dari semua media produksi Pustekkom, dimana media selanjutnya bisa diakses oleh peserta didik, ortu dan guru.

Tak kalah menariknya Kadisdik Irman juga memamerkan Panic Button dan Kartu pelajar yang banyak fungsinya,salah satu fungsi panic button yaitu jika ada kekerasan terhadap siswa selama jam baik yang terjadi di kelas, sekolah atau di jalan. Berikutnya kartu siswa akan berfungsi sebagai identitas, pengenal daftar hadir elektronik kelas dan uang elektronik.Selanjutnya aplikasi monitoring SDM guru, aplikasi ini untuk melihat jumlah guru di masing-masing kabupatan/kota serta guru per mata pelajaran, lokasi mana yang kelebihan dan tau kekurangan guru sehingga dalam penempatkan guru diharapkan akan sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing.

Aplikasi terakhir adalah data sekolah aplikasi ini menyediakan informasi tentang sarana dan prasarana sekolah, diharapkan dengan data yang akurat ini akan membantu perencanaan dalam mengalokasikan anggaran untuk sarana dan prasarana pendidikan di Sulsel. “Jika orang tua siswa mau membantu sarana untuk sekolah wajib mengakses ke aplikasi ini dulu, sehingga tidak dobel pembelian”, ujan Irman menutup penjelasan tentang e-Panrita.(Hanni)

Leave a Reply